ONE VILLAGE ONE PRODUCT (OVOP) BANDA ACEH

0
10

Program OVOP (One Village One Product) atau Satu Desa Satu Produk adalah pendekatan pengembangan potensi daerah di suatu wilayah untuk menghasilkan produk kelas global yang unik dan khas daerah dengan memanfaatkan sumberdaya lokal. OVOP adalah suatu gerakan masyarakat yang secara integratif berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi dan kekayaan daerah, meningkatkan pendapatan para pelaku usaha dan masyarakat sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggan terhadap kemampuan yang dimiliki masyarakat dan daerahnya. Sumber daya alam ataupun produk budaya lokal serta produk khas lokal yang telah dilakukan secara turun temurun dapat digali dan dikembangkan untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi sesuai tuntunan dan permintaan pasar.

baca juga : oleh oleh khas Aceh

Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Tenaga Kerja dan Industri bekerjasama dengan Tim Task Force Ekonomi Kreatif OVOP Unsyiah untuk menggali potensi-potensi tersebut demi terwujudnya harapan dan impian yang besar yaitu kota banda aceh memiliki produk unggulan yang khas di masing masing desa, kemudian didata, dilatih, dibina hingga mandiri. Terget utama pemerintah adalah terciptanya lapangan kerja yang baru, mengurangi jumlah pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat dan menambah pendapatan daerah.

baca juga : Jasa Pembuatan Website Aceh

Kegiatan ini diawali dari hasil kesepakatan kerjasama antara Pemerintah Kota Banda Aceh dengan Unsyiah melalui salah satu pusat studinya yaitu CCIS (Centre for Creative Industries of Syiah Kuala University) selama 4 tahun (2016-2019). Untuk tahun 2017, program ini secara resmi dijalankan berdasarkan Keputusan Walikota Banda Aceh Nomor 272 Tahun 2017 tentang “Pembentukan Tim Pelaksanaan dan Pengembangan Produk Unggulan Daerah Kota Banda Aceh” dibawah SKPD Dinas Tenaga Kerja Kota Banda Aceh Bidang Industri dalam kegiatan “Pembinaan Industri Kecil dan Menengah dalam Memperkuat Jaringan Klaster Industri Tahun Anggaran 2017”.

baca juga : Paket Wisata termurah di Aceh

Tim Task Force Ekonomi Kreatif OVOP Unsyiah

Sebagai kelanjutan dari kegiatan survei di Tahun 2016 yang telah menghasilkan buku katalog produk UMKM dari 90 Gampong di Banda Aceh, di tahun 2017 program OVOP difokuskan untuk meningkatkan kualitas dari sejumlah UMKM terpilih. Adapun Deputi 1 mendapat alokasi tugas di bidang data (knowledge management) dan bertanggung jawab atas semua proses pemilihan yang dibutuhkan, khususnya pemilihan produk IKM yang akan mendapatkan pembinaan dan training. Referensi utama yang digunakan oleh Deputi 1 adalah Juknis OVOP Kemenperin RI 2008 yang disesuaikan dengan berbagai bertimbangan di lapangan dan kesepakatan tim pelaksana bersama stakeholder terkait.

baca juga : bisnis kopi gayo terbaik, termurah, terpercaya

Deputi 1 melakukan FGD (Focus Group Discussion) yang dihadiri oleh sembilan camat di Kota Banda Aceh, SPKPA, Tim Ahli, dan Tim OVOP Kota Banda Aceh pada tanggal 02 Agustus 2017. Dalam FGD ini, menghasilkan keputusan sebagai berikut:

  1. Menentukan jenis produk unggulan daerah, dimana terpilih sebanyak 34 produk sebagai kandidat produk unggulan dari Perwal 2016 tentang PUD Kota Banda Aceh
  2. Menentukan Gampong Inovasi OVOP Kota Banda Aceh dari 90 gampong yang ada di Kota Banda Aceh, maka terpilih 3 gampong inovasi Kota Banda Aceh yaitu : Lambaro Skep, Ulee Kareng dan Lampulo
  3. Menentukan Produk Prioritas OVOP Kota Banda Aceh sebanyak 40 produk yang akan diikut sertakan dalam pelatihan OVOP dan proses skoring dan perbintangan dari UMKM tersebut

baca juga : memulai bisnis kopi luwak

FGD bersama Stakeholders OVOP

Tim Task Force Ekonomi Kreatif melakukan beberapa kegiatan pelatihan peningkatan kualitas dan pengembangan usaha yang bertujuan untuk mendorong pelaku usaha untuk memahami, mempunyai kemampuan dan motivasi dalam mendorong proses perubahan secara partisipatif dan berkelanjutan. Diharapkan proses ini mampu memotivasi para pelaku untuk meningkatkan kualitas produk, memiliki manajemen usaha, melakukan pengembangan usaha hingga menjadi eksportir dan mampu bersaing secara nasional dan internasional.

baca juga : pusat wallpaper & desain interior di Aceh

Ada tiga kapasitas yang hendak didorong dalam proses pelatihan ini, yaitu mengerti, mau dan mampu.

1. Mengerti, pelaku harus mempunyai pengetahuan dan pemahaman mengenai:

  • Filosofi, prinsip bisnis, dan tujuan utama bisnis.
  • Manajemen bisnis yang dijalankan

2. Mau (motivasi), dalam menjalankan perannya, setiap pelaku harus mempunyai keyakinan dan motivasi bahwa usaha mereka akan berhasil apabila mereka memiliki cita cita yang tinggi dan memiliki semangat yang kuat untuk mewujudkannya menjadi kenyataan. Selain motivasi tersebut para pelaku juga harus meyakini bahwa usaha yang mereka jalankan merupakan salah satu solusi terhadap permasalahan daerah hari ini yaitu tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, sehingga menjadi harapan untuk meningkatkan jumlah pendapatan dan terbukanya lapangan kerja.

baca juga : solusi tepat dengan bimbel aceh

3. Mampu, setiap pelaku harus mempunyai kemampuan dalam melaksanakan perannya sebagai pengusaha yang mampu bersaing dengan pasar nasional dan internasional. Mampu melakukan ekspansi usaha dan mampu meningkatkan kualitas produk dengan skill yang dimilikinya.

Sumber: Laporan OVOP Banda Aceh

baca juga : Era Revolusi Industri 4.0 dan peran Farmasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here